• Home
  • About
    • Category
    • Category
    • Category
    • Category
    • Category
  • Contact
  • Shop
  • Advertise

cinta dan waktu

by Unknown 13.31.00
Alkisah, di suatu pulau kecil
tinggallah berbagai benda abstrak
ada CINTA, kesedihan,
kegembiraan, kekayaan, kecantikan
dan sebagainya. Mereka hidup
berdampingan dengan baik.
Namun suatu ketika, datang badai
menghempas pulau kecil itu dan
air laut tiba-tiba naik dan akan
menenggelamkan pulau itu.
Semua penghuni pulau cepat-
cepat berusaha menyelamatkan
diri. CINTA sangat kebingungan
sebab ia tidak dapat berenang dan
tidak mempunyai perahu. Ia
berdiri di tepi pantai mencoba
mencari pertolongan. Sementara
itu air semakin naik membasahi
kakinya.
Tak lama CINTA melihat kekayaan
sedang mengayuh perahu,
“ Kekayaan! Kekayaan! Tolong aku!,”
teriak CINTA “Aduh! Maaf, CINTA!,”
kata kekayaan “Aku tak dapat
membawamu serta nanti perahu
ini tenggelam. Lagipula tak ada
tempat lagi bagimu di perahuku
ini. ” Lalu kekayaan cepat-cepat
pergi mengayuh perahunya.
CINTA sedih sekali, namun
kemudian dilihatnya kegembiraan
lewat dengan perahunya.
“ Kegembiraan! Tolong aku!,” teriak
CINTA. Namun kegembiraan
terlalu gembira karena ia
menemukan perahu sehingga ia
tak dapat mendengar teriakan
CINTA. Air semakin tinggi
membasahi CINTA sampai ke
pinggang dan CINTA semakin
panik.
Tak lama lewatlah kecantikan
“ Kecantikan! Bawalah aku
bersamamu!,” teriak CINTA “Wah,
CINTA kamu basah dan kotor. Aku
tak bisa membawamu pergi. Nanti
kau mengotori perahuku yang
indah ini, ” sahut kecantikan. CINTA
sedih sekali mendengarnya. Ia
mulai menangis terisak-isak. Saat
itulah lewat kesedihan “Oh
kesedihan, bawlah aku
bersamamu!, ” kata CINTA. “Maaf
CINTA. Aku sedang sedih dan aku
ingin sendirian saja.., ” kata
kesedihan sambil terus mengayuh
perahunya. CINTA putus asa.
Ia merasakan air makin naik dan
akan menenggelamkannya. Pada
saat kritis itulah tiba-tiba terdengar
suara “CINTA! Mari cepat naik ke
perahuku!” CINTA menoleh ke arah
suara itu dan cepat-cepat naik ke
perahu itu, tepat sebelum air
menenggelamkannya. Di pulau
terdekat, CINTA turun dan perahu
itu langsung pergi lagi. Pada saat
itu barulah CINTA sadar bahwa ia
sama sekali tidak mengetahui siapa
yang menolongnya. CINTA segera
bertanya pada penduduk pulau itu.
“ Yang tadi adalah WAKTU,” kata
penduduk itu “Tapi, mengapa ia
menyelamatkan aku? Aku tidak
mengenalinya. Bahkan teman-
temanku yang mengenalku pun
enggan menolong ” tanya CINTA
heran “Sebab HANYA WAKTULAH
YANG TAHU BERAPA NILAI
SESUNGGUHNYA DARI CINTA ITU”

diambil dari blog jalansutera
READ MORE
SHARE :

Bonjour & Welcome

Welcome to my Personal Blog

Instagram

Blog Archive

  • ►  2016 (2)
    • ►  September (1)
      • ►  Sep 01 (1)
    • ►  Maret (1)
      • ►  Mar 16 (1)
  • ►  2012 (3)
    • ►  November (1)
      • ►  Nov 19 (1)
    • ►  Agustus (1)
      • ►  Agu 20 (1)
    • ►  Juli (1)
      • ►  Jul 22 (1)
  • ►  2011 (10)
    • ►  November (1)
      • ►  Nov 05 (1)
    • ►  Oktober (3)
      • ►  Okt 15 (1)
      • ►  Okt 08 (1)
      • ►  Okt 07 (1)
    • ►  Juli (2)
      • ►  Jul 25 (1)
      • ►  Jul 11 (1)
    • ►  Juni (2)
      • ►  Jun 24 (1)
      • ►  Jun 20 (1)
    • ►  Maret (1)
      • ►  Mar 30 (1)
    • ►  Januari (1)
      • ►  Jan 30 (1)
  • ▼  2010 (32)
    • ►  Desember (8)
      • ►  Des 20 (1)
      • ►  Des 05 (7)
    • ▼  September (2)
      • ▼  Sep 10 (1)
        • cinta dan waktu
      • ►  Sep 04 (1)
    • ►  Agustus (22)
      • ►  Agu 31 (3)
      • ►  Agu 21 (6)
      • ►  Agu 17 (10)
      • ►  Agu 16 (1)
      • ►  Agu 15 (2)

About

Onne Akbar Nur Ichsan see more at Twitter and Instagram

Popular Posts

  • Skala Prioritas Agar Tugas Tuntas secara Cerdas
    m Skala Prioritas Agar Tugas Tuntas secara Cerdas .:. Elfata Online .:. - Tuesday, 17 August 2010 © .:. Elfata Online .:.
  • Pangan yang Alami dan Fungsional
    Pangan yang Alami dan Fungsional Tren pangan sekarang telah menjadi suatu lifestyle atau gaya hidup masyarakat umum. Mengikuti tre...
  • Kembali
    Saat itu, yang diinginkan hanya untuk kembali Kembali ke tanah perantauan     Like this one? Kutoarjo  
  • Maafmu Malaikatmu
    Tak cukup waktu seribu tahun untuk memahami wanita? Setidaknya, itulah ungkapan para pakar kejiwaan barat seperti Freud, misalnya. Tapi terk...
  • (tanpa judul)
    Fitnah Kamera .:. Elfata Online .:. - Saturday, 21 August 2010 © .:. Elfata Online .:.

Labels

FoodTech Corner Kimia Muslim Corner Prakata PTP

Template Created By : ThemeXpose . All Rights Reserved.