• Home
  • About
    • Category
    • Category
    • Category
    • Category
    • Category
  • Contact
  • Shop
  • Advertise

Pancasila dan Kita Sebagai Umat Muslim

by Unknown 13.56.00
PANCASILA DAN KITA SEBAGAI UMAT MUSLIM
Oleh : Onne Akbar Nur Ichsan

Setiap bangsa dan negara yang ingin berdiri kokoh kuat, tidak mudah terombang-ambing oleh kerasnya persoalan hidup berbangsa dan bernegara, sudah barang tentu perlu memiliki dasar negara dan ideologi negara yang kokoh dan kuat pula. Tanpa itu, maka bangsa dan negara akan rapuh.
Namun, tidak dapat dimungkiri, hingga kini Pancasila sebagai ideologi negara masih terus menuai diskursus di kalangan umat Islam. Sebagian memandang Pancasila sebagai thagut dan rentan menjatuhkan ke lembah kesyirikan, sebagian lagi bersikap akomodatif. Pancasila yang berakar dari sejarah, agama, adab atau budaya, dan hidup ketatanegaraan yang telah lama berkembang saat NKRI masih berbentuk kerajaan, diterima sebagai ideologi negara yang mengatur keanekaragaman Indonesia, (bukan ideologi yang dipaksakan untuk individu).
            Diskursus tersebut tentu tidak lepas dari sejarah perjalanan umat Islam dengan Pancasila. Pancasila mula-mula digagas dan disampaikan saat Muhammad Yamin berpidato pada 29 Mei 1945. Oleh Soekarno, pada 1 Juni 1945, kemudian dikemukakan gagasan serupa dengan substansi yang sama.
Perjalanan Pancasila sebagai dasar negara tak pernah sepi dari berbagai ancaman dan penyimpangan oleh penguasa, yang oleh penulis diidentifikasi sebagai sebab musabab trauma terhadap Pancasila. Di masa Soekarno misalnya, Pancasila dibuntuti oleh kelompok komunis yang hendak mengganti dasar negara tanpa Tuhan (negara komunis). Haluan politik Soekarno yang lebih condong ke Soviet pada waktu itu, menjadi jembatan emas kelompok-kelompok komunis untuk melegitimasi aksi-aksinya.
Termasuk juga dugaan adanya campur tangan intelijen Amerika Serikat yang memang tidak senang dengan haluan politik antikolonial Soekarno, yang notabenenya merupakan sekutu AS merupakan negeri-negeri penjajah.
Pancasila dijadikan korban. Termasuk Soekarno sebagai Presiden RI pada waktu itu, berupaya menggerakkan Pancasila untuk kepentingan politiknya. Inilah sejarah awal suramnya perjalanan Pancasila yang telah dirumuskan melalui perdebatan maraton dan alot sebagai buah pemikiran founding father bangsa. Bahkan Soekarno secara akomodaif namun penuh muatan politik, menggagas konsep NASAKOM (Nasionalis, Agama, Komunis). Sesuatu yang tidak mungkin.
Ibarat mencampur antara air dan minyak, Soekarno hendak menjadikan komunisme sebagai faham yang diterima di republik ini. Bukan itu saja, Soekarno pun mengangkat diri sebagai Presiden seumur hidup, suatu penghianatan terhadap demokrasi yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila. Terlepas dari jasa-jasanya sebagai Proklamator dan tokoh founding father bangsa, Soekarno menciderai Pancasila.
Terlepas dari sejarah di atas, kita menyadari bahwa sudah lebih dari 60 tahun kita memegang ideologi Pancasila ini sebagai pegangan dasar negara, sebagai sumber dari segala sumber hukum yang ada, sebagai perekat umat dari seluruh multireligion yang ada di Indonesia, sebagai almamater kebangsaan kita, dan sebagai pemersatu adat dari seluruh penjuru pulau- pulau yang ada di negara kepulauan ini.
Kita harus tetap bersyukur kepada Allah SWT karena sudah lebih 60 tahun kita memegang Pancasila, bangsa ini tetap dalam kondisi stabil dan kondusif. Walau di tahun- tahun lalu selalu terombang- ambing dalam masalah konstitusi dan politik. Kita tidak boleh sekali- sekali menyalahkan sejarah, karena apa yang dirasakan pelaku dahulu berbeda dengan apa yang diketahui pelaku opini sekarang. Kita tidak boleh menyalahkan Pak Karno, dan para pendahulu yang telah merumuskan Pancasila.
Kita sebagai umat Islam, juga harus yakin bahwa sesuatu hal yang dipikirkan dengan baik pada zaman dahulu pasti ditujukan untuk sesuatu hal yang sangat baik juga. Sekali lagi kita tidak boleh suudzon, suudzon dengan mempersoalkan Pancasila secara berlebih- lebihan, suudzon dengan pemerintah, suudzon karena terlalu percaya dengan apa yang diberitakan media massa, dan suudzon karena berpikir terlalu radikal dengan kesombongan bahwa kita telah sempurna dengan mengabaikan kepentingan orang lain.
Hal- hal di atas, menurut saya bukan cermin umat muslim yang taat kepada Allah SWT. Hal- hal di atas, malah membuat keretakan dalam kerukunan antar umat, dan akhirnya menimbul kerusakan di muka bumi ini karena perang. Nilai- nilai dalam Pancasila memang terasa kurang memuaskan bagi kita umat muslim, karena kurang syariat, tetapi karena kita kebetulan tinggal dan hidup bersama dengan golongan lain, negara ini mau tidak mau harus mengindahkan masalah syariat. Namun, hal ini harus kita terima dengan lapang dada, sebagai sifat umat muslim. Kita juga harus bersyukur karena sila- sila pada Pancasila relevan dengan nilai- nilai Islam terutama sila pertama yang memuat Ketuhanan Yang Maha Esa, yang menandakan secara garis besar kita adalah umat yang beriman, khususnya kepada Allah SWT.
Kita sebagai umat muslim juga harus mau bersandar dari Pancasila, karena kita terikat sebagai warga negara Indonesia yang secara konstitusional memiliki Pancasila sebagai dasar negara. Kita sebagai warga negara yang baik harus menunjukkan hal- hal yang baik juga, antara lain memelihara kerukunan umat beragama, mematuhi peraturan negara seperti membayar pajak dan tidak melakukan aksi- aksi anarkisme secara kehendak pribadi atau golongan, tidak melakukan perbuatan terorisme yang tidak manusiawi, dan mau bersosial dengan siapa saja.
 Pancasila yang ke lima dasarnya relevan dengan nilai-nilai Islam tentu tidak harus ditolak secara absolut. Dari soal Tauhid pada sila pertama, jelas-jelas merupakan pokok agama Islam. Pintu masuk dan keluar dari Islam ada pada kalimah tauhid sebagai persaksian. Syahadat.
Kemanusiaan pada sila kedua, dapat kita lihat misalnya di dalam ayat “Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah penataannya yang baik” (QS Al-A'raf: 56).
Persatuan pada sila ketiga , adalah perintah yang sangat ditekankan oleh Islam. Allah Swt berfirman “Berpegang teguhlah kamu sekalian pada agama Allah, dan janganlah kamu berpecah belah. Ingatilah karunia Allah kepadamu, ketika kamu dahulunya bermusuh-musuhan, lalu dipersatukan-Nya hatimu, sehingga kamu dengan karunia Allah itu menjadi bersaudara. Dan kamu dahulunya berada di tepi jurang neraka, lalu Allah melepaskanmu dari sana. Demikianlah Allah menjelaskan keterangan-keteranganNya kepadamu supaya kamu mendapat petunjuk." (QS. Al-Imran: 103)
Termasuk juga musyawarah yang merupakan intisari dari sila keempat Pancasila. Allah berfirman; “(bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhannya, mendirikan shalat, sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka; dan mereka menafkahkan sebagian dari rizki yang kami berikan kepada mereka.” (QS. Al-Syura: 38).
Dan keadilan pada sila kelima. Di dalam Al Qur’an surat An-Nisa: 135 Allah SWT berfirman “Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penegak al-qist (keadilan), menjadi saksi karena Allah, walaupun terhadap dirimu sendiri…’)." Bahkan Kata ‘adl (keadilan) yang dalam berbagai bentuknya terulang 28 kali dalam Alquran.






Referensi
http://ekowinarto.files.wordpress.com/2009/03/bab-17.pdf diakses pada 3  November 2011 pukul 09.21
http://kampus.okezone.com/read/2011/06/01/95/463387/islam-politik-dan-pancasila diakses pada 3 November 2011 pukul 09.22
http://lasonearth.wordpress.com/makalah/makalah-pancasila-pancasila-vs-agama/ diakses pada 3 November 2011 pukul 09.15

READ MORE
SHARE :

Bonjour & Welcome

Welcome to my Personal Blog

Instagram

Blog Archive

  • ►  2016 (2)
    • ►  September (1)
      • ►  Sep 01 (1)
    • ►  Maret (1)
      • ►  Mar 16 (1)
  • ►  2012 (3)
    • ►  November (1)
      • ►  Nov 19 (1)
    • ►  Agustus (1)
      • ►  Agu 20 (1)
    • ►  Juli (1)
      • ►  Jul 22 (1)
  • ▼  2011 (10)
    • ▼  November (1)
      • ▼  Nov 05 (1)
        • Pancasila dan Kita Sebagai Umat Muslim
    • ►  Oktober (3)
      • ►  Okt 15 (1)
      • ►  Okt 08 (1)
      • ►  Okt 07 (1)
    • ►  Juli (2)
      • ►  Jul 25 (1)
      • ►  Jul 11 (1)
    • ►  Juni (2)
      • ►  Jun 24 (1)
      • ►  Jun 20 (1)
    • ►  Maret (1)
      • ►  Mar 30 (1)
    • ►  Januari (1)
      • ►  Jan 30 (1)
  • ►  2010 (32)
    • ►  Desember (8)
      • ►  Des 20 (1)
      • ►  Des 05 (7)
    • ►  September (2)
      • ►  Sep 10 (1)
      • ►  Sep 04 (1)
    • ►  Agustus (22)
      • ►  Agu 31 (3)
      • ►  Agu 21 (6)
      • ►  Agu 17 (10)
      • ►  Agu 16 (1)
      • ►  Agu 15 (2)

About

Onne Akbar Nur Ichsan see more at Twitter and Instagram

Popular Posts

Labels

FoodTech Corner Kimia Muslim Corner Prakata PTP

Template Created By : ThemeXpose . All Rights Reserved.