• Home
  • About
    • Category
    • Category
    • Category
    • Category
    • Category
  • Contact
  • Shop
  • Advertise

Pangan yang Alami dan Fungsional

by onne ichsan 21.11.00

http://image.shutterstock.com/display_pic_with_logo/885902/311416577/stock-vector-logos-with-vegetarian-and-useful-meal-raw-food-diet-healthy-lifestyle-and-proper-nutrition-311416577.jpg


Pangan yang Alami dan Fungsional

Tren pangan sekarang telah menjadi suatu lifestyle atau gaya hidup masyarakat umum. Mengikuti tren bukan berarti mengikuti arus jaman jenis makanan yang popular pada masa itu. Namun, tren yang timbul justru berasal dari kebutuhan masyarakat sekarang yang notabene rata- rata berpendidikan tinggi yang mengerti akan pentingnya kesehatan. Berikut ada dua tren pangan yang sedang berkembang pada masa kini yaitu pangan tanpa diolah dan pangan fungsional.

Pangan Tanpa Diolah
Back to nature, itulah sebutan tren yang menjadi branding atau slogan beberapa produk sekarang. Begitu pula dengan pangan, kembali ke alami atau natural menjadi suatu yang istimewa sekarang. Tren pangan tanpa diolah atau raw food consumtion menjadi suatu hal yang langka namun menjadi suatu kebutuhan. Raw food consumtion timbul atas dasar rindunya masyarakat kepada bahan pangan mentah yang natural. Mereka memiliki anggapan apabila dimasak atau dilakukan suatu proses malah menjadi suatu hal yang mengurangi nilai gizi. Masyarakat lebih mementingkan unsur kandungan gizi alami pada pangan daripada mengolah dan menambahnya dengan zat tertentu.
Atas dasar hal itu, masyarakat seperti ketakutan akan bahaya pengolahan dan bahan tambahan makanan yang kebanyakan industri makanan lakukan. Mereka mencari suatu pangan yang more healthy, more organic, more natural.  Sebagai contoh, pada makanan tradisional kita mengenal karedok, trancam, gudangan (daerah jawa), lotis, rujak buah, dan sebagainya. Makanan- makanan tersebut merupakan makanan tradisional yang disajikan dengan mentah dan hanya menggunakan proses pencucian saja. Apabila mengambil contoh suatu produk industri, kita mengenal manisan buah, asinan buah, oats, dan sereal gandum utuh.
Makanan yang tak diolah sebenarnya tidak selalu baik bagi kesehatan karena dimungkinkan didalamnya masih mengandung senyawa kimia seperti pestisida dan mikroorganisme yang tercemar didalamnya. Meskipun pada industri telah memiliki syarat penerapan  HACCP pada setiap proses pengolahannya dimana setiap proses produk pangan telah diketahui estimasi kondisi bahaya secara kimia, fisika, dan biologisnya. Sehingga, sebenarnya masyarakat tidak perlu terlalu khawatir akan bahaya pengolahan pangan pada industri. Namun, masih ada masyarakat umum yang lebih mempercayai bahwa makanan alami itu baik untuk kesehatan dengan kandungan gizinya yang utuh. Sebaiknya sebagai konsumen yang baik kita harus tetap selektif dalam memilih suatu produk pangan yang disesuaikan dengan kebutuhan, baik secara gizi maupun fungsionalnya.

Pangan Fungsional
            Sekarang siapa yang tidak tahu akan pangan fungsional. Pangan fungsional telah menjadi tren paling ‘panas’ di dunia makanan baik itu pangan local maupun pangan industry berbasis fast moving consumers good (FMCG). Sehingga bisnis produk makanan telah bergeser ke arah pangan fungsional. Menurut BPOM RI, pangan fungsional merupakan pangan olahan yang mengandung satu atau lebih komponen pangan yang berdasarkan kajian ilmiah mempunyai fungsi fisiologis tertentu diluar fungsi dasarnya, yang terbukti tidak membahayakan dan bermanfaat bagi kesehatan. Dari pernyataan tersebut sangat jelas bahwa pangan fungsional dalam kandungan gizinya memiliki nilai lebih dalam arti sebagai ‘obat’ yang berbentuk makanan.
            Penyakit gaya hidup kini telah menjadi momok di masyarakat, masyarakat yang belum sadar akan hal ini wajib menyadarinya. Salah satu yang paling berbahaya adalah diabetes. Penyakit ini memiliki beberapa turunan penyakit yang berbahaya seperti jantung koroner. Untuk itu masyarakat wajib sadar akan pentingya gaya hidup sehat. Masyarakat yang sadar akan hal ini telah memilih pangan fungsional sebagai diet rendah kalorinya.
Salah satu contoh makanan fungsional adalah makanan fungsional berbasis serat pangan. Serat pangan mampu mengontrol asupan berbagai macam zat gizi yang masuk ke dalam tubuh. Menurut American Association of Cereal Chemist/AACC (2001) serat pangan merupakan bagian tumbuhan yang dapat dimakan atau karbohidrat analog, yang tahan pencernaan dan absorpsi di dalam usus halus manusia dan mengalami fermentasi sebagian atau seluruhnya di dalam usus besar. Serat pangan meliputi polisakarida, karbohidrat analog, oligosakarida, lignin dan bahan yang terkait dengan dinding sel tanaman (waxes, cutin, suberin). Bentuk serat pangan yang digunakan dalam produk pun bermacam- macam mulai dari buah hingga snack.
            Serat pangan juga berfungsi sebagai pencegah kanker kolon karena mampu terfermentasi dalam usus besar. Diet rendah kalori menggunakan bahan pangan yang rendah Indeks Glikemiknya, sehingga asupan gula dalam darahnya tidak tinggi. Kita lihat sekarang banyak produk dipasaran yang memiliki slogan ‘low calorie’.
Selain serat pangan, pangan fungsional yang lain adalah berbasis kepada antioksidan. Antioksidan merupakan suatu zat yang mampu melindungi atau mencegah pembentukan radikal bebas. Antioksidan biasanya diberikan dalam suatu produk pangan sebagai fortifikasi tetapi ada juga bahan pangan yang telah memiliki zat antioksidan secara alami.

Bpom RI Nomor Hk.03.1.23.11.11.09909 Tahun 2011 Pengawasan Klaim Dalam Label Dan Iklan Pangan Olahan
American Association of Cereal Chemist/AACC (2001) American Association of Cereal Chemist (AACC). 2001. The Definition of. Dietary Fiber. Cereal Food
Antioxidant Basu, TK. 1999. Potential role of antioxidants vitamin. In Antioxidants in Human Health and Disease. CABI Publishing.
FOTO : http://image.shutterstock.com/display_pic_with_logo/885902/311416577/stock-vector-logos-with-vegetarian-and-useful-meal-raw-food-diet-healthy-lifestyle-and-proper-nutrition-311416577.jpg

Tulisan ini merupakan karya tulis pendek dalam tugas melamar suatu perusahaan media di bidang pangan. Bogor, 20 Agustus 2016

READ MORE
SHARE :

Bonjour & Welcome

Welcome to my Personal Blog

Instagram

Blog Archive

  • ▼  2016 (2)
    • ▼  September (1)
      • ▼  Sep 01 (1)
        • Pangan yang Alami dan Fungsional
    • ►  Maret (1)
      • ►  Mar 16 (1)
  • ►  2012 (3)
    • ►  November (1)
      • ►  Nov 19 (1)
    • ►  Agustus (1)
      • ►  Agu 20 (1)
    • ►  Juli (1)
      • ►  Jul 22 (1)
  • ►  2011 (10)
    • ►  November (1)
      • ►  Nov 05 (1)
    • ►  Oktober (3)
      • ►  Okt 15 (1)
      • ►  Okt 08 (1)
      • ►  Okt 07 (1)
    • ►  Juli (2)
      • ►  Jul 25 (1)
      • ►  Jul 11 (1)
    • ►  Juni (2)
      • ►  Jun 24 (1)
      • ►  Jun 20 (1)
    • ►  Maret (1)
      • ►  Mar 30 (1)
    • ►  Januari (1)
      • ►  Jan 30 (1)
  • ►  2010 (32)
    • ►  Desember (8)
      • ►  Des 20 (1)
      • ►  Des 05 (7)
    • ►  September (2)
      • ►  Sep 10 (1)
      • ►  Sep 04 (1)
    • ►  Agustus (22)
      • ►  Agu 31 (3)
      • ►  Agu 21 (6)
      • ►  Agu 17 (10)
      • ►  Agu 16 (1)
      • ►  Agu 15 (2)

About

Onne Akbar Nur Ichsan see more at Twitter and Instagram

Popular Posts

  • Skala Prioritas Agar Tugas Tuntas secara Cerdas
    m Skala Prioritas Agar Tugas Tuntas secara Cerdas .:. Elfata Online .:. - Tuesday, 17 August 2010 © .:. Elfata Online .:.
  • Pangan yang Alami dan Fungsional
    Pangan yang Alami dan Fungsional Tren pangan sekarang telah menjadi suatu lifestyle atau gaya hidup masyarakat umum. Mengikuti tre...
  • Kembali
    Saat itu, yang diinginkan hanya untuk kembali Kembali ke tanah perantauan     Like this one? Kutoarjo  
  • Maafmu Malaikatmu
    Tak cukup waktu seribu tahun untuk memahami wanita? Setidaknya, itulah ungkapan para pakar kejiwaan barat seperti Freud, misalnya. Tapi terk...
  • (tanpa judul)
    Fitnah Kamera .:. Elfata Online .:. - Saturday, 21 August 2010 © .:. Elfata Online .:.

Labels

FoodTech Corner Kimia Muslim Corner Prakata PTP

Template Created By : ThemeXpose . All Rights Reserved.