• Home
  • About
    • Category
    • Category
    • Category
    • Category
    • Category
  • Contact
  • Shop
  • Advertise

Kembalikan Motivasimu !

by Unknown 20.43.00

 Motivasi adalah energi saat bekerja maupun belajar, energi saat berbuat kebaikan. Tanpa motivasi, pekerjaan dan kebaikan terasa hambar, seperti berinfaq tanpa rasa ikhlas. Tanpa motivasi, seolah senyum yang diberikan seseorang terasa dipaksakan, padahal hatinya sedang risau dan tidak senang. Sulitkah motivasi itu dimiliki? Satria Hadi Lubis menjelaskan beberapa hambatan motivasi dalam bukunya, Total Motivasi sebagai berikut :
1.        Kurangnya percaya diri
Mampukah saya? Saya kurang bisa! Bahkan ketika ditanya ibu guru seusai pelajaran fisika, jawabnya sungguh tak meyakinkan. “Sudah paham belum anak- anak?” Apa jawabnya? Jarang ada yang percaya diri mengatakan “Sudah bu!” Tidak percaya diri telah mematikan motivasi sejak awal. Menghilangkan potensi besar, ide- ide besar yang hendak bertelur.
Kita adalah apa yang kita pikirkan! Kita menjadi besar karena berpikir besar! Berpikir kecil tentu membuat kita selalu minder, hingga akhirnya keblinger! Tidak percaya diri berarti berpikir negatif pada diri sendiri. Motivasi membutuhkan lapangan yang besar untuk landing, mau tak mau lapangan itu harus besar! Siap menampung motivasi besar.
2.        Cemas
Bagi sebagian orang, kata “cemas” seperti mencekik dan membuat gelisah. Tak enak makan, susah memejamkan mata, dan sering ketakutan yang tak beralasan. Ide yang cemerlang dan harapan yang menakjubkan tak akan hadir kala pikiran manusia selalu diselimuti kecemasan. Obat dari penyakit ini hanya satu yaitu ketenangan. Ketenangan dapat kita peroleh jika yakin bahwa hal- hal yang tidak mengenakkan dalam hati itu adalah sebuah ujian dari Allah SWT. Ujian yang dapat kita selesaikan dengan sabar dan rasa penuh kemenangan. Bagi seorang muslim, luka sekecil apa pun, hingga rasa gelisah dalam hati akan digantikan Allah dengan kebaikan.
3.        Opini Negatif 
Opini negatif adalah salah satu hal yang menjadi hambatan manusia di dunia ini ketika hendak berlaku maju. Bisa dilihat dari percakapan sehari-hari kita. Memang! Realitas di lapangan lebih banyak orang yang bisanya mencela, menjelek- jelekkan, ghibah, dan kritik. Semuanya bersifat melemahkan semangat kita untuk melakukan sesuatu. Jadi, pada poin yang ketiga ini kita dituntut untuk bersifat acuh tak acuh dan menghindari keraguan. Teruslah bermotivasi, teruslah melangkah selama jalan yang ditempuh itu dalam kebaikan. Jangan ragu!
4.        Perasaan Tidak Ada Masa Depan
Jika seseorang sudah beranggapan masa depannya suram, berarti ia telah kehilangan daya juangnya. Seperti pejuang perang yang tidak memiliki tujuan. Tak ada surga di impiannya, tak ada impian tertinggi untuk bertemu Allah dengan pertemuan terindah. Pesimis disebabkan kegagalan dan kekecewaan yang selalu terjadi. Dia telah pesimis pada masa depannya yang sukses.
Dia telah tidak percaya pada diri sendiri! Bagai mayat hidup yang berjalan dan seorang muslim yang tidak pernah berdzikir dan shalat. Bersungguh- sungguhlah mengejar cita- cita. Tak ada kata mustahil dalam sebuah kesungguhan. Nothing is Impossible, begitulah kata seorang teman saya. Seorang muslim tak layak sedikit pun menjadi pesimis. Allah berada di hatinya, hingga seluruh hidupnya adalah karya dan produktivitas. Hilangkan pesimis, jemput optimis!
5.        Merasa Diri Tidak Penting     
Perasaan tidak penting membuat manusia tak memiliki cita- cita besar, bagaikan satu elemen kecil dalam komputer, mungkin satu resistornya. Tapi, bukankah tanpa satu resistor dalam motherboard itu membuat arus menjadi berubah dan akhirnya tidak memproses. Kita penting! Sangat penting! Kita adalah pemenang!
Ingatlah pertempuran pertama sebelum menjadi manusia, ketika menemukan sel ovum. Masing- masing dari kita telah mengalahkan jutaan miliar sel sperma yang lain, mereka saat itu seperti kita. Berkompetisi! Kini, ketika di dunia kenapa kita minder? Yang kita butuhkan adalah keyakinan bahwa kita penting! Allah menciptakan kita bukan karena suatu kebetulan. Tapi, karena Allah tahu, kita adalah pemimpin. Jika belum bisa bermanfaat bagi orang lain, bermanfaatlah bagi diri sendiri.
6.    Tidak Tahu Apa yang Terjadi
Tak tahu apa yang terjadi, bingung ketika orang lain berdiskusi, tak tahu arah pembicaraan kala pembahasan ide- ide besar. Ilmu tak memadai, kurang informasi, tak menguasai teknologi, kehilangan berita- berita terkini. Sobat! Bukan saatnya lagi malas menuntut ilmu dan waktu. Tak ada alasan untuk memulai belajar. Kenikmatan melimpah dari Allah, balaslah dengan membaca ilmu; baik dari buku, pengalaman, sejarah, alam, seluruhnya.
7.    Pengakuan Semu
Penghargaan yang diberikan adalah apa yang menjadi hasil kerja keras, bukan pada proses kerjanya. Jangan lemah semangat, sobat! Karena success is a journey! Allah tidak melihat hasilnya semata, melainkan prosesnya. Betapa banyak amalan kecil dapat membawa kepada surga dan kenikmatan? Cukuplah motivasi perjuangan kita adalah Allah! Tak akan terlewat sedikit pun amal yang kita lakukan, sekecil apa pun. Kebaikan itu akan abadi.

Cukuplah Allah! Dialah motivasi tertinggi, sumber energi. Semua hambatan- hambatan tadi, dapat kita hilangkan hanya berbekal iman yang kuat serta hati yang sabar. Etika kepribadianpun akan senantiasa memancar layaknya aura majis yang tiba- tiba elok dipandang dan didengar. Karena dengan itu, motivasi kita dalam bercita- cita akan semakin teguh, kokoh, kuat, dan tak terhempas oleh badai- badai pesimisme.
READ MORE
SHARE :

Bonjour & Welcome

Welcome to my Personal Blog

Instagram

Blog Archive

  • ►  2016 (2)
    • ►  September (1)
      • ►  Sep 01 (1)
    • ►  Maret (1)
      • ►  Mar 16 (1)
  • ►  2012 (3)
    • ►  November (1)
      • ►  Nov 19 (1)
    • ►  Agustus (1)
      • ►  Agu 20 (1)
    • ►  Juli (1)
      • ►  Jul 22 (1)
  • ▼  2011 (10)
    • ►  November (1)
      • ►  Nov 05 (1)
    • ►  Oktober (3)
      • ►  Okt 15 (1)
      • ►  Okt 08 (1)
      • ►  Okt 07 (1)
    • ►  Juli (2)
      • ►  Jul 25 (1)
      • ►  Jul 11 (1)
    • ►  Juni (2)
      • ►  Jun 24 (1)
      • ►  Jun 20 (1)
    • ▼  Maret (1)
      • ▼  Mar 30 (1)
        • Kembalikan Motivasimu !
    • ►  Januari (1)
      • ►  Jan 30 (1)
  • ►  2010 (32)
    • ►  Desember (8)
      • ►  Des 20 (1)
      • ►  Des 05 (7)
    • ►  September (2)
      • ►  Sep 10 (1)
      • ►  Sep 04 (1)
    • ►  Agustus (22)
      • ►  Agu 31 (3)
      • ►  Agu 21 (6)
      • ►  Agu 17 (10)
      • ►  Agu 16 (1)
      • ►  Agu 15 (2)

About

Onne Akbar Nur Ichsan see more at Twitter and Instagram

Popular Posts

  • Skala Prioritas Agar Tugas Tuntas secara Cerdas
    m Skala Prioritas Agar Tugas Tuntas secara Cerdas .:. Elfata Online .:. - Tuesday, 17 August 2010 © .:. Elfata Online .:.
  • Pangan yang Alami dan Fungsional
    Pangan yang Alami dan Fungsional Tren pangan sekarang telah menjadi suatu lifestyle atau gaya hidup masyarakat umum. Mengikuti tre...
  • Kembali
    Saat itu, yang diinginkan hanya untuk kembali Kembali ke tanah perantauan     Like this one? Kutoarjo  
  • Maafmu Malaikatmu
    Tak cukup waktu seribu tahun untuk memahami wanita? Setidaknya, itulah ungkapan para pakar kejiwaan barat seperti Freud, misalnya. Tapi terk...
  • (tanpa judul)
    Fitnah Kamera .:. Elfata Online .:. - Saturday, 21 August 2010 © .:. Elfata Online .:.

Labels

FoodTech Corner Kimia Muslim Corner Prakata PTP

Template Created By : ThemeXpose . All Rights Reserved.